Sebuah pengorbanan dari ayah.
Mungkin judul yang kurang tepat untuk tulisan saya kali ini,sudah berapa kali saya ganti judul agar terlihat lebih pas dengan alur ceritanya,tapi kok malah ujung-ujungnya seperti mendramatisir,ya sudahlah judul ini saja mudah-mudahan mewakili,yup sebuah pengorbanandari seorang ayah.
Sebuah perjuangan dan pengorbanan dari seorang ayah demi
anak lelaki satu-satunya ini sempat menghebohkan dunia berita di tanah air kita
beberapa bulan lalu tepatnya bulan november 2015,adalah seorang bapak bernama
susanto.
Susanto adalah seorang bapak yang berprofesi sebagai buruh
serabutan,lelaki asal Kampung Kelapa Cagak, Rt 01/07, Desa Teluk Lada,
Kecamatan Sobang, Pandeglang, Banten tersebut sedang berjuang untuk mendapatkan
dana bantuan guna di pakai biaya berobat anaknya yang tengah terbaring di rumah
sakit.
Adrian anak susantu berumur 5 tahun tersebut divonis dokter mengidap penyakit hepatitis B,
dan varieses pada ususnya, sehingga usus adrian kerap berdarah. Akibat penyakit
tersebut, tubuh adrian terus mengurus, dan mengidap gizi buruk. Sejak tiga
bulan terakhir, Adrian lumpuh.
![]() |
penjual ginjal untuk berobat anak |
Rela menjual ginjal demi biaya berobat anaknya.
Susanto adalah seorang figur ayah yang luar biasa,dia berniat
merelakan ginjalnya untuk dijual demi mendapatkan uang guna biaya
berobat,bahkan susanto rela berjalan kaki dari pandeglang menuju istana negara
demi menemui presiden tercintanya jokowi,berharap ada kerelaan dari orang nomor
satu di pemerintahan kita tersebut.
Jumat (20/11/2015) Susanto akhirnya tiba di Jakarta, ia pun
memulai aksinya di depan gerbang silang barat daya Monumen Nasional (Monas),
persis di seberang Istana Negara, Jalan Merdeka Utara, Gambir, Jakarta
Pusat. Tak hanya berusaha menemui Jokowi, sebelumnya Susanto juga telah berusaha
meminta bantuan dengan mendatangi Bupati Pandeglang.
Namun semua sepertinya sia –sia,karena sang presiden pun
tidak merespon keinginan susanto,mungkin juga yang lainya,akhirnya adrian
meninggal dunia.
Sejenak kita tinggalkan kisah duka adrian yang harus
menerima takdirnya,tapi marilah kita coba untuk mengambil hikmah bagaimana
seorang ayah bernama susanto ini berjuang demi anak tercintanya.
Pengorbanan seorang ayah untuk anaknya.
Kini adrian telah tiada,semoga arwahnya diterima di hadirat
tuhan dengan segala amal kebajikanya,dan kita juga berharap tidak terjadi lagi
kisah tragis seperti adrian ini di hari-hari kedepanya amiin.
Ayah memang sudah sepatutnya berkorban untuk anak,istri dan
keluarga yang lainya,mereka rela bekerja siang maupun malam,hujan juga
terik,semua demi membahagiakan orang – orang tercintanya,bukan hanya tenaga dan
raga saja,bahkan nyawa pun siap untuk dikorbankan...
Tapi apakah jasa besar ayah tersebut bisa terbalaskan oleh
kita anak-anaknya sebagai generasi penerusnya,padahal cepat atau lambat kita
akan menyandang predikat sebagai ayah juga kan..?