Sebuah pengorbanan dari ayah. - Mbah Daur -->

Sebuah pengorbanan dari ayah.

Wednesday, January 6, 2016

Sebuah pengorbanan dari ayah.

Sebuah pengorbanan dari ayah.

Mungkin judul yang kurang tepat untuk tulisan saya kali ini,sudah berapa kali saya ganti judul agar terlihat lebih pas dengan alur ceritanya,tapi kok malah ujung-ujungnya seperti mendramatisir,ya  sudahlah judul ini saja mudah-mudahan mewakili,yup sebuah pengorbanandari seorang ayah.

Sebuah perjuangan dan pengorbanan dari seorang ayah demi anak lelaki satu-satunya ini sempat menghebohkan dunia berita di tanah air kita beberapa bulan lalu tepatnya bulan november 2015,adalah seorang bapak bernama susanto.

Susanto adalah seorang bapak yang berprofesi sebagai buruh serabutan,lelaki asal Kampung Kelapa Cagak, Rt 01/07, Desa Teluk Lada, Kecamatan Sobang, Pandeglang, Banten tersebut sedang berjuang untuk mendapatkan dana bantuan guna di pakai biaya berobat anaknya yang tengah terbaring di rumah sakit.
Adrian anak susantu berumur 5 tahun tersebut  divonis dokter mengidap penyakit hepatitis B, dan varieses pada ususnya, sehingga usus adrian kerap berdarah. Akibat penyakit tersebut, tubuh adrian terus mengurus, dan mengidap gizi buruk. Sejak tiga bulan terakhir, Adrian lumpuh.
penjual ginjal untuk berobat anak
penjual ginjal untuk berobat anak

Rela menjual ginjal demi biaya berobat anaknya.

Susanto adalah seorang  figur ayah yang luar biasa,dia berniat merelakan ginjalnya untuk dijual demi mendapatkan uang guna biaya berobat,bahkan susanto rela berjalan kaki dari pandeglang menuju istana negara demi menemui presiden tercintanya jokowi,berharap ada kerelaan dari orang nomor satu di pemerintahan kita tersebut.

Jumat (20/11/2015) Susanto akhirnya tiba di Jakarta, ia pun memulai aksinya di depan gerbang silang barat daya Monumen Nasional (Monas), persis di seberang Istana Negara, Jalan Merdeka Utara, Gambir, Jakarta Pusat. Tak hanya berusaha menemui Jokowi, sebelumnya Susanto juga telah berusaha meminta bantuan dengan mendatangi Bupati Pandeglang.

Namun semua sepertinya sia –sia,karena sang presiden pun tidak merespon keinginan susanto,mungkin juga yang lainya,akhirnya adrian meninggal dunia.

Sejenak kita tinggalkan kisah duka adrian yang harus menerima takdirnya,tapi marilah kita coba untuk mengambil hikmah bagaimana seorang ayah bernama susanto ini berjuang demi anak tercintanya.

Pengorbanan seorang ayah untuk anaknya.

Kini adrian telah tiada,semoga arwahnya diterima di hadirat tuhan dengan segala amal kebajikanya,dan kita juga berharap tidak terjadi lagi kisah tragis seperti adrian ini di hari-hari kedepanya amiin.

Ayah memang sudah sepatutnya berkorban untuk anak,istri dan keluarga yang lainya,mereka rela bekerja siang maupun malam,hujan juga terik,semua demi membahagiakan orang – orang tercintanya,bukan hanya tenaga dan raga saja,bahkan nyawa pun siap untuk dikorbankan...

Tapi apakah jasa besar ayah tersebut bisa terbalaskan oleh kita anak-anaknya sebagai generasi penerusnya,padahal cepat atau lambat kita akan menyandang predikat sebagai ayah juga kan..?
bm

Terkadang informasi yang bermanfaat tidak mengenal waktu kapan di baca dan siapa yang membacanya,terlebih berita dan informasi daur ulang.